Menggali Budaya di Saung Anglung Udjo

Menjelajah Budaya di Saung Anglung Ujo

Nafelisa

Menggali Budaya di Saung Anglung Udjo
Angklung Ujo bernyanyi. (Spesial):

Bandung - Berwisata ke Bandung bukan hanya tentang wisata alam, belanja dan kuliner. Saatnya untuk menyalakan cinta Anda untuk Indonesia dan budaya global yang Anda banggakan bersama Sang Anklung Udjo. Sebuah tujuan wisata sejati di mana tarian dan permainan tradisional Angklong berbaur dalam suasana yang menyenangkan.

Sang Angklung Udjo di Jalan Padasuka 118 Bandong adalah sanggar seni, bengkel pendidikan, dan tujuan wisata budaya khas Sudan di Jawa Barat. Sang Angklung Udjo dapat diibaratkan sebagai oase budaya, terletak di tengah desa padat seluas 1,2 ha. Juga di Korea Selatan, angklung sudah diperkenalkan di sekolah dasar dan permainan angklung ini telah dimainkan di 42 negara.

Angklung adalah alat musik tradisional bambu. Perkembangan instrumen kalng adalah tabung bambu yang ditabuh, sedangkan angklung adalah tabung bambu yang hanya memainkan satu nada per instrumen. Pada awalnya hanya angklung pentatonik (da mi na tila) yang didefinisikan. Dibutuhkan belasan orang untuk memainkan angklung untuk mendapatkan suara yang harmonis.

Baca juga daftar lengkap Atraksi Grup


Sekarang hanya bisa dimainkan oleh beberapa orang yang memiliki teknik tertentu. Pada tahun 1938, Daeng Soetinha mengubah suara angklung menjadi diatonis (do re me fa so la ti). Sejak saat itu, angklung mulai dikenal secara internasional hingga dibawakan pada Konferensi Asia Afrika Bandung pada tahun 1955. Angklung kini banyak dipentaskan dalam bentuk orkestra dan juga berkembang di sekolah-sekolah. (sumber Wikipedia)

Sang Angklung Udjo adalah bagian dari kisah bagaimana melestarikan dan mengumpulkan kekayaan budaya lokal di bawah tekanan globalisasi. Di sini Anda dapat mendengar kesegaran alam, kicau burung dan kegembiraan anak-anak selama pertunjukan tradisional Sudan.

Anda harus merasakan suara getar angklung di tangan Anda karena alat musik ini sangat unik sehingga tetap mempertahankan keindahan bentuk dan pembaharuannya. Saat bergerak, angklung memancarkan harmoni jutaan orang yang berkumpul dalam suasana gembira. Video bambu Sang Angklung Udjo adalah ide keindahan negara Tatar Sudan.

Night Bamboo Show merupakan mahakarya Ujo Ngalagena yang masih bisa disaksikan hingga saat ini dan diadakan setiap hari mulai pukul 15.30 WIB. Adegan ini mengingatkan pada budaya tradisional Sudan.

Sampai saat itu, Anda dapat mengikuti tur mobil tanpa sopir. Di ujung panggung ada semacam gudang tempat menyimpan angklung. Anda bisa melihat pojok bermain di mana ibu mendandani anak-anak dengan kebaya. Kebahagiaan masa kecil adalah semangat Sang Anklung Ujo.

Sejak tahun 1966, proses pemulihan seni tradisional dilakukan melalui belajar dan bermain. Senyum dan salam anak-anak menemani Anda di setiap sudut untuk belajar tentang budaya Sudan.

Upacara pembukaan Pertunjukan Bambu biasanya diadakan pada pukul 15.30 sore dan diawali dengan pertunjukan wayang kulit yang menyampaikan pesan moral kepada manusia untuk mentaati sang pencipta dan berbuat baik kepada sesama. Kemudian ada pertunjukan tari Kuda Lamping yang dibawakan oleh seorang anak kecil, setelah itu para siswa SAU membawakan angklung.

Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Arumba yang merupakan gabungan dari permainan remaja Arumba, Kulintang dan Angklung. Atraksi selanjutnya adalah pencak silat dan angklung mini. Dalam Mini Angklung Show, anak-anak usia 8 tahun ke atas diajak bernyanyi dalam permainan Angklung.

Menggali Budaya di Saung Anglung Udjo
Angklung Ujo bernyanyi. (Spesial):

Anda juga akan belajar memainkan angklung, dimana setiap pengunjung akan mendapatkan sebuah angklung dengan nomor suara. Setelah bermain angklung bersama anda, atraksi band angklung diakhiri dengan tarian yang diiringi permainan angklung.

Suasana yang bersahabat, tempat dengan aura seni yang kental, suara angklang, tepuk tangan, semua itu akan melengkapi kenikmatan Anda di tempat ini. Gemerisik daun bambu menyapa telinga dari pintu di pojok belakang; Bambu dan bambu. Udara segar membuat kita merasakan suasana tradisional, menikmati alam dan spesies bambu.

Penampilan Istimewa Angklung karya Daeng Soetinya (halus) 5 M. Sederhana, murah, edukatif, menarik dan masif. Ingat juga 3 unsur utama angklung yaitu konsentrasi, harmoni dan harmoni.

Sekembalinya dari tempat ini, Anda akan menerima pesan dari ayah Angklung Dunya, Daeng Sotetina (Tard), yang akan dikenal di mana-mana untuk melanjutkan misinya memperkenalkan orang-orang dari seluruh dunia melalui pameran seni musik, Angklung akan membantu membawa kedamaian ke dunia;

Perhatikan juga bahwa ada pusat pembuatan angklung di Indonesia. SAU adalah tempat untuk melihat dan belajar bagaimana sebatang bambu bisa menjadi melodi yang indah. Pelajari dan alami proses seni lokal dengan tujuan melestarikan budaya lokal tradisional.

Pengunjung dapat membeli oleh-oleh dan cinderamata di toko oleh-oleh Saung Angklung Udjo yang menawarkan berbagai kerajinan rakyat Jawa Barat. Menjual segala macam barang Sudan seperti keyboard, t-shirt, kipas angin, gelang, sepatu, tas, replika angklang. Harganya relatif rendah dan pilihannya banyak. Jadi manjakan diri Anda dalam berbelanja barang-barang Sudan.

Kecamatan Saung Angklong Ujo
Gel Padasuka 118 Bandung, Bandung, Java 40192, Indonesia
Telepon: 62 22 7271714
Faks: 62 22 7201587
info@angklung-udjo.co.id:
marketing@angklung-udjo.co.id:
http://www.angklung-u

Jika Anda dari luar Bandung, keluar dari Tol Pasar, lalu lurus dan terbang ke persimpangan Jalan Surapat dan Jalan PH. Hasan Mustofa. Anda kemudian akan melihat tanda Sang Angklung Udjo di ujung Jalan Padasuka. Balik saja dan ikuti tandanya dan setelah sekitar 200 meter Anda akan sampai di Sang Anklung Udjo. Saung Angklung Udjo sangat unik dengan banyak bambu di depannya sehingga Anda tidak perlu khawatir melewati tempat ini tanpa sadar.

Pendiri Saung Angle Udjo
Sang Angklung Udjo didirikan oleh Ujo Ngalagena atau Mang Udjo bersama istrinya Um Sumyati pada tahun 1966 dengan tujuan melestarikan kesenian tradisional Sudan. Tidak heran jika Udjo Ngalagena atau Mang Udjo Sawung Angalagena melakukannya karena dia sendiri adalah tengkorak. Mang Ujo asal Jawa Barat lahir pada 5 Maret 1929 dan sudah mengenal seni angklong sejak kecil. Selain itu, seni bela diri tradisional Dijo Ngalagana seperti pencak silat, gamelan, kecapi, serta lagu-lagu tradisional Indonesia dan Belanda. Karena itulah Sawung Angklung Udjo tidak hanya menyuguhkan pertunjukan angklong tetapi juga berbagai kesenian Jawa Barat. Dan masih banyak pengunjung yang ingin melihat keindahan seni tradisional daerah tersebut.
Tiket masuk Saung Angklung Udjo

Harga tiket untuk mengunjungi Sang Mang Ujo sangat masuk akal, ditambah Anda bisa minum dan mengingat gantungan kunci berbentuk Angklung. Harga tiket yang tercantum di bawah ini berlaku pada hari kerja dan hari libur.
Dewasa (WNI): INR 60.000
Dewasa (Orang Asing): INR 100.000
Mahasiswa (WNI): Rs 40,000
Pelajar (Orang Asing): INR 60,000
Catatan: Anak di bawah 3 tahun gratis

Sang-Angklung-Ujo-Bandung-2

Sang-Angklung-Ujo-Bandung-3

Sumber gambar: Google

Wahai para penjelajah, jika kalian suka dengan artikel ini, komen dan share, siapa tahu teman-teman kalian belum mengetahui tempat wisata ini, kalian ikut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia.
Bagaimana cara kerjanya? Ingin berlibur dan menjelajahi Saung Angklung Udjo Bandung dengan pameran seni tradisionalnya?

Ayo ajak keluargamu, temanmu, pacarmu atau siapa saja untuk datang kesini!!
Datang dan jelajahi Indonesiamu!!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url